Cerita Digital School Base

2012

Salah satu pelanggan genesis digital berasal dari divisi sekolah mengeluh tentang sulitnya mengelola data sekolah yang banyak dan memakan waktu hingga satu bulan.

2012

pelanggan tersebut mencoba menggunakan Excel. Namun banyak kekurangan yang didapatkan dari menggunakan Excel. Salah satunya adalah data tidak aman, mudah hilang dan kurangnya kepercayaan terhadap transparan nilai. Kemudian, pelanggan tersebut meminta bantuan Genesis Digital untuk membuat sebuah sistem rapor otomatis untuk mempermudah proses pembuatan rapor.

2012

Melalui rapor otomatis, lahirlah Digital School Base (DSB). Namun, DSB saat itu membuat rapor otomatis untuk kurikulum K13 dan media penyimpanan saja.

2013

DSB terus berkembang dan mengalami penambahan fitur. Fitur-fitur tersebut berupa laporan nilai per kelas, ranking, ledger perangkat dan fitur komentar otomatis

2014

Melalui masalah yang terjadi pada pelanggan, DSB melakukan perkembangan agar dapat memberi solusi terhadap masalah yang dialami oleh sang pelanggan. Tahun 2014 merupakan fokus DSB pada bagian sosial siswa. Fitur-fitur yang dikembangkan berupa kegiatan ekstrakulikuler, organisasi, dan prestasi siswa.

2015

Fokus fitur DSB selanjutnya adalah data ringkasan sekolah, sistem statistik murid. Fokus dari kedua fitur tersebut adalah perkembangan dari rapor otomatis siswa. DSB semakin mendetailkan fungsi rapor serta membuka peluang untuk mengembangkan fitur-fitur baru lainnya.

2016

DSB memperluas pengembangan dengan menambah hak akses pengguna. Tidak hanya guru, siswa dan orang tua memiliki akses untuk menggunakan DSB dengan hak ases menggunakan fitur tertentu. 

2016

DSB juga melihat adanya peran penting sebuah tampilan terhadap kenyamanan pengguna dalam menggunakan sistem. Maka dari itu DSB mengubah tampilan menjadi lebih sederhana dan mudah digunakan. Hal ini memberi pengaruh kepada pengguna. Hal ini terlihat pada DSB yang semakin menarik perhatian  sekolah-sekolah lain untuk menggunakannya.

2016

Pengembangan selanjutnya adalah DSB memberi perubahan terhadap sistem absensi pada sekolah. Dengan mengembangkan fitur absensi, sekolah sudah tidak melakukan absen siswa menggunakan buku absen lagi melainkan menggunakan website. Para pelanggan mengaku mengalami kecepatan pesat dalam mengabsen siswa dan puas terhadap fitur tersebut. 

2017

Perkembangan DSB selanjutnya adalah dengan sinkronisasi laporan terhadap sistem pemerintah (Dapodik), laporan transkrip, privilage guru (wali kelas, mata pelajaran), pendataan guru, pengaturan kelas, mata pelajaran, guru terhadap kelas. Pengembangan fitur-fitur tersebut dilakukan untuk memperlengkap fitur-fitur yang telah dikembangkan sebelumnya dengan tujuan untuk memperlengkap kebutuhan yang diinginkan pengguna.

2017

DSB akan terus melakukan perkembangan untuk memberikan kemudahan sistem administrasi sekolah sehingga tidak ada kata kompleks dan rumit lagi dalam menjalani sistem sekolah.

2012

DSB akan terus melakukan perkembangan untuk memberikan kemudahan sistem administrasi sekolah sehingga tidak ada kata kompleks dan rumit lagi dalam menjalani sistem sekolah.

2012

pelanggan tersebut mencoba menggunakan Excel. Namun banyak kekurangan yang didapatkan dari menggunakan Excel. Salah satunya adalah data tidak aman, mudah hilang dan kurangnya kepercayaan terhadap transparan nilai. Kemudian, pelanggan tersebut meminta bantuan Genesis Digital untuk membuat sebuah sistem rapor otomatis untuk mempermudah proses pembuatan rapor.

2012

Melalui rapor otomatis, lahirlah Digital School Base (DSB). Namun, DSB saat itu membuat rapor otomatis untuk kurikulum K13 dan media penyimpanan saja.

2013

DSB terus berkembang dan mengalami penambahan fitur. Fitur-fitur tersebut berupa laporan nilai per kelas, ranking, ledger perangkat dan fitur komentar otomatis

2014

Melalui masalah yang terjadi pada pelanggan, DSB melakukan perkembangan agar dapat memberi solusi terhadap masalah yang dialami oleh sang pelanggan. Tahun 2014 merupakan fokus DSB pada bagian sosial siswa. Fitur-fitur yang dikembangkan berupa kegiatan ekstrakulikuler, organisasi, dan prestasi siswa.

2015

Fokus fitur DSB selanjutnya adalah data ringkasan sekolah, sistem statistik murid. Fokus dari kedua fitur tersebut adalah perkembangan dari rapor otomatis siswa. DSB semakin mendetailkan fungsi rapor serta membuka peluang untuk mengembangkan fitur-fitur baru lainnya.

2016

DSB memperluas pengembangan dengan menambah hak akses pengguna. Tidak hanya guru, siswa dan orang tua memiliki akses untuk menggunakan DSB dengan hak ases menggunakan fitur tertentu. 

2016

DSB juga melihat adanya peran penting sebuah tampilan terhadap kenyamanan pengguna dalam menggunakan sistem. Maka dari itu DSB mengubah tampilan menjadi lebih sederhana dan mudah digunakan. Hal ini memberi pengaruh kepada pengguna. Hal ini terlihat pada DSB yang semakin menarik perhatian  sekolah-sekolah lain untuk menggunakannya.

2016

Pengembangan selanjutnya adalah DSB memberi perubahan terhadap sistem absensi pada sekolah. Dengan mengembangkan fitur absensi, sekolah sudah tidak melakukan absen siswa menggunakan buku absen lagi melainkan menggunakan website. Para pelanggan mengaku mengalami kecepatan pesat dalam mengabsen siswa dan puas terhadap fitur tersebut. 

2017

Perkembangan DSB selanjutnya adalah dengan sinkronisasi laporan terhadap sistem pemerintah (Dapodik), laporan transkrip, privilage guru (wali kelas, mata pelajaran), pendataan guru, pengaturan kelas, mata pelajaran, guru terhadap kelas. Pengembangan fitur-fitur tersebut dilakukan untuk memperlengkap fitur-fitur yang telah dikembangkan sebelumnya dengan tujuan untuk memperlengkap kebutuhan yang diinginkan pengguna.

2017

DSB akan terus melakukan perkembangan untuk memberikan kemudahan sistem administrasi sekolah sehingga tidak ada kata kompleks dan rumit lagi dalam menjalani sistem sekolah.

Copyright © 2018 Genesis Digital, All Rights Reserved